Pioneer
Choose a Country
in_IDIndonesia
Agronomi

Pupuk dan Pengairan
Hama dan Penyakit
Panen
Info Agronomi
Klinik Pioneer

Budidaya Tanaman

Jumlah populasi tanaman jagung yang ditanam dalam satu satuan luas sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan, perkembangan dan hasil yang akan dicapai.

Penanaman dengan populasi tanaman kurang dari 55.000/ hektar akan menghasilkan tanaman yang lebih sehat kokoh dan cenderung tongkol yang dihasilkan akan lebih besar ukurannya. Hal ini disebabkan karena rendahnya kompetisi penyerapan unsur hara, air, tempat tumbuh dan sinar matahari yang rendah antar tananam. Rendahnya populasi ini akan berpengaruh pada hasil pipilan yang didapat.
Penanaman dengan populasi yang rendah ini disarankan di daerah yang marginal (kurang subur) dan sumber air yang terbatas.

Penanaman populasi yang tinggi akan memberikan dampak positif terhadap jumlah tanaman akan tetapi akan menurunkan hasil karena akan menyebabkan persaingan yang sangat ketat antar tanaman terhadap unsur hara, air, media tumbuh, sinar matahari sehingga ukuran tongkol lebih kecil, batang lebih kecil dan tanaman berpotensi mudah roboh. Penurunan hasil ini disebabkan karena penurunan jumlah biji per tanaman ini lebih besar dibandingkan dengan penambahan jumlah tongkol dan berat biji, karena kerapatan tanaman.



Tingkat kerapatan dan kekurangan air terutama pada fase pembungaan dan pengisian biji tanaman (populasi) yang optimum beragam pada setiap jenis jagung pada setiap kondisi lingkungan yang berbeda.

Populasi optimum yang sering disarankan adalah berkisar 66.666 – 71.000 tanaman perhektar dengan jarak tanam 75cm x 20 cm – 70 cm x 20 cm, satu biji per lubang.

Penanaman jagung hibrida yang berumur dalam disarankan untuk menanam dibawah populasi optimum karena morfologi tanaman ini cenderung besar dan tegap. Sedangkan varietas yang berumur genjah disarankan untuk menanam lebih tinggi sedikit dari populasi optimum.

Selain itu musim tanam juga berpengaruh terhadap kerapatan optimum tanaman. Bahwa pada musim kemarau, kerapatan (populasi) tanaman optimum sedikit lebih rendah bila dibanding pada musim penghujan. Keadaan ini disebabkan oleh pertanaman pada musim kemarau mengalami

7939537C-0F0C-E680-7318-E3B927A4B1D9