Jumlah populasi tanaman jagung yang ditanam dalam satu satuan luas sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan, perkembangan dan hasil yang akan dicapai.
Penanaman dengan populasi tanaman kurang dari 55.000/ hektar akan menghasilkan tanaman yang lebih sehat kokoh dan cenderung tongkol yang dihasilkan akan lebih besar ukurannya. Hal ini disebabkan karena rendahnya kompetisi penyerapan unsur hara, air, tempat tumbuh dan sinar matahari yang rendah antar tananam. Rendahnya populasi ini akan berpengaruh pada hasil pipilan yang didapat.
Penanaman dengan populasi yang rendah ini disarankan di daerah yang marginal (kurang subur) dan sumber air yang terbatas.
Penanaman populasi yang tinggi akan memberikan dampak positif terhadap jumlah tanaman akan tetapi akan menurunkan hasil karena akan menyebabkan persaingan yang sangat ketat antar tanaman terhadap unsur hara, air, media tumbuh, sinar matahari sehingga ukuran tongkol lebih kecil, batang lebih kecil dan tanaman berpotensi mudah roboh. Penurunan hasil ini disebabkan karena penurunan jumlah biji per tanaman ini lebih besar dibandingkan dengan penambahan jumlah tongkol dan berat biji, karena kerapatan tanaman.
|