Pioneer
Choose a Country
in_IDIndonesia

DuPont Tanam US$11 juta Perluas Pabrik Benih Pioneer

DuPont tanam US$11 juta perluas pabrik benih Pioneer

Malang: Pertumbuhan ekonorni dan stabilisasi keamanan di Indonesia mendorong perusahaan bibit intemasional PT DuPont Indonesia menambah investasinya sebesar US$11 juta.

"Pertumbuhan ekonomi di Indonesia lebih balk menghadapi krisis ekonomi yang belum lama ini melanda Eropa dan Amerika Serikat. Kami nfelihat potensi yang besar dengan jumlah penduduk dan stabilisasi pemerintah sekarang," ujar Presiden Pioneer Hibrid International, Paul Schickler, seusai menghadiri peresmian perluasan pabrik benih jagung dan padi Pioneer, di Malang, kemarin.

Peresmian itu dilakukan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Svaifullah Yustif bersama Dirjen Tanaman Pangan Departemen Pertanian Sutarto Alimuso. Penambahan investasi itu, katanya, diperuntukkan menarnbah kapasitas produksi benih jagung yang sebelumnya 10.000 ton menjadi 20.000 ton per tahun. Selain itu, perusahaan ini juga mulai mengembangkan investasinya memproduksi benih padi hibrida 5.000 ton per tahun.

Pengembangan investasi dan peningkatan produksi benih jagung DuPont Indonesia, katanya, bukan hanya menguasai 30% hingga 40% pasar benih Indonesia, melainkan juga meraup 45% pasar benih yang diekspor ke Filipina, Thailand dan sejumlah negara Asean lainnya, sisanya 55% memenuhi perinintaan pasar Amerika Serikat.

Sutarto berharap peran aktif produsen guna menurunkan harga jual benih tersebut pada tingkat petani. "Produsen jangan menetapkan harga jual yang terlalu tinggi kepada petani. Kalau terlalu tinggi petani kita tidak sanggup beli," katanya.

Bisnis Indonesia