Malang : PT Pioneer Indonesia melakukan proteksi maksimal terhadap produk jagung Hibrida merek Pioneer, dad upaya pemalsuan maupun pencampuran benih produknya di pasaran.
Priyandono Hadari, Production Manager PT Dupont Indonesia, mengatakan dengan teknologi pengemasan yang dimiliki saat ini, produk benih jagung Hibrida merek Pioneer iniliknya bakal sulit untuk dipalsukan.
Seat ini Pioneer sudah melempar 27 jenis benih untuk jagung dan tiga untuk padi ke pasar.
"Untuk bisa meniru kemasan kami, membutuhkan investasi mesin yang tidak sedikit nilainya yakni berkisar antara Rp4miliar sampai Rp5 miliar. Kalau bisa membeli mesin senilai itu kenapa tidak sekalian membuka pabrik benih saja kata Hadari dalam lokakarya bagi media masse di pusat produksi benih PT Pioneer Indonesia yang berada di Kec. Bululawang Kab. Malang, kemarin.
Standar keamanan tinggi yang dipatok dan dijamin sulit ditiru oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung-jawab tersebut, lanjut dia, terutama didasarkan pada seal (segel pengaman) yang ditempatkan di tiga posisi, yakni di bagian atas, tengah dan bawah.
"Selain itu kami juga telah melakukan sosialiasi dan pengenalan kemasan yang asli tersebut kepada petani dan konsumen, agar bisa membedakan mana yang asli dan yang bukan."
Menurut dia, produk Pioneer pernah dipalsukan atau mengalami pencampuran benih dengan benih lokal pada awal 1990-an, saat pengamanan kemasan belum secanggih saat ini.
Dengan teknologi kemasan modern yang dimiliki saat ini, tindakan pemalsuan benih Pioneer bisa diketahui dan terdeteksi sejak dini. Harga benih jagung Hibrida merek Pioneer saat ini dilempar ke pasaran seharga Rp130.000 per kg.
|