Bululawang - Wakil Gubemur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul), kemarin meresmikan perluasan fasilitas produksi benih jagung dan hibrida Pioneer di Desa Krebet Kecamatan Bululawang. Peresmian bangunan di atas lahan seluas 2,5 hektare itu untuk menjawab tingginya kebutuhan benih jagung dan padi bermutu yang terus meningkat permintaannya.
"Dengan perluasan fasilitas produksi ini, secara tidak langsung akan meningkatkan produksi benih jagung Pioneer menjadi 20.000 MT per tahun. Dan untuk benih padi Pioneer sebesar 5000 MT per tahun," ungkap Direktur PT Pioneer Indonesia, Mardahana kemarin.
Sementara itu, dalam sambutannya, Gus Ipul sangat mendukung dengan apa yang telah dilakukan oleh PT Pioneer Indonesia. Apalagi, PT Pioneer telah menanamkan investasi yang cukup besar. "Oleh karena itu, saya berharap agar investasi di Jatim yang ada tetap terjaga, dan bisa memancing investasi lain. Sebab investasi ini adalah sebuah pertaruhan untuk pertumbuhan ekonomi, yang mana untuk terciptanya suatu pekerjaan untuk mengurangi kemiskinan." ujar Gus Ipul.
Usai peresmian, acara dilanjutkan dengan dialog bersama para petani yang sudah bertahun-tahun bekerjasama dengan Pioneer. Dalam dialog tersebut, Gus Ipul berharap dengan perluasan fasilitas produksi benih jagung dan padi hibrida Pioneer, pertumbuhan ekonomi untuk petani juga semakin meningkat. Ia pun berharap agar petani yang belum bergabung dengan PT Pioneer Indonesia, untuk segera gabung.
Di sisi lain, sebagai pembuka dan penutup acara peresmian perluasan produksi Pioneer, sehari sebelumnya diadakan Media Workshop, yang bertempat di ruang meeting room PT Pioneer Indonesia. Workshop yang dikhususkan tntuk media massa ini, menjelaskan secara umum profit PT DuPont Indonesia (Pioneer). Juga pemaparan secara khusus tentang benih yang sudah-berproduksi selama 200 tahun dan beroperasi di 70 negara.
|