Pioneer
Choose a Country
in_IDIndonesia

Turunkan Harga Jagung

Pemerintah meminta produsen tidak menetapkan harga benih jagung terlalu tinggi agar pertumbuhan produksi dalam negeri maksimal. Jadi, diperlukan peran aktif produsen untuk menurunkan harga benih pada tingkat petani. "Produsen jangan menetapkan harga jual terlalu tinggi pada petani. Kalau terlalu tinggi petani kita tidak sanggup beli," kata Dirjen Tanaman Pangan Departemein Pertanian (Deptan), Sutarto Alimuso saat peresemian perluasan fasilitas produksi benih jagung dan padi milik PT Pioneer di Malang, Jawa Timur, Kamis, (22/10).

Sutarto mengatakan, jika produsen menjual benih jagung dengan harga relatif terjangkau akan memudalikan dan mengembangkan kebun Jagung. Keadaan ini diharapkan sangat membantu pertambahan produksi jagung dalam negeri.

Dia menyebutkan, sejauh ini Indonesia telah ekspor benih jagung ke beberapa negara seperti Timor Leste serta Filipina. Khusus Timor Leste, benih jagung non hibrida. "Penguasaan teknologi mereka terhadap tanaman jagung hibrida belum sampai," ucap Sutarto.

Mardahana, Direktur PT Pioneer Indonesia, mengalokasikan, dana Rp14 triliun untuk riset atas produk-produk benih bahan makanan seperti jagung, beras dan kedelai. Hasilnya, akan memproduksi benih jagung 20 ribu ton serta 5.000 ton benih padi. "Investasi perluasan sekitar US$ 11 juta diharapkan sejalan dengan upaya mempertahankan sawasembada pangan yang telah dicapai Indonesia tahun 2009," kata Mardahana.

Dia mengatakan, tetap berkomitmen merealisasikan investasi di Indonesia, walaupun perekononuan dunia tengah krisis. Perusahaan ini yakin industri pertanian di dunia dan Indonesia akan tetap tumbuh serta memiliki prospek baik di masa datang. "Caranya dengain menyediakan benih Jagung dan padi hibrida Pioneer yang kualitasnya terbaik untuk petani Indonesia."

Seorang petani Malang, Toniman dalam kesempatan itu mengatakan, sangat membutuhkan benih jagung dengan kualitas baik di kios-kios.

Jurnas, 23 Oktober 2009