Home >
 

Benih Jagung P36 Bekisar Diklaim Bisa Hasilkan 13 Ton Per Hektar

Petani di Kecamatan Grobogan, Purwodadi mulai menggunakan benih jagung tahan bulai jenis P36 Bekisar untuk mengurangi ancaman serangan jamur peronosclerospora maydisatau yang biasa disebut penyakit bulai yang merongrong hasil panen petani di daerah itu buatan PT DuPont Indonesia

Disinyalir, Tipologi serangan penyakit khas cendawan mampu mengagalkan panen petani 60 persen hingga 70 persen dari produksi. Grobogan saat ini menjadi lumbung jagung di Jawa Tengah. Tahun 2017, total luas panen jagung diperkirakan dari 120 ribu ha di Grobogan menghasilkan rata rata produktivitas 6 ton per ha. Produksi jagung di Grobogan selama Tahun 2017 tidak kurang dari 720 ribu ton.

PT DuPont Indonesia adalah produsen benih jagung hibrida asal Amerika menawarkan varietas benih jagung hibrida tahan bulai yang dikenal dengan merek dagang P36 Bekisar.

Marketing Manager PT DuPont Indonesia Yuana Leksana menyatakan bahwa varietas jagung hibrid P36 Bekisar di samping terbukti tahan penyakit bulai, juga mempunyai bentuk tongkolnya besar dan panjang, warnanya lebih merah dan cerah serta dapat dipanen umur pendek 90 hari.

"Secara morfologi varietas ini tumbuh seragam, batang dan daun tetap segar, tongkol besar dan panjang dan warna biji merah cerah. Varietasi ini juga memiliki potensi hasil hingga 13 ton per hektar karena dapat ditanam rapat hingga 100.000 tanaman per hektar," katanya.

Direktur Komersial Kawasan ASEAN Corteva Agriscience Farra Siregar mengatakan, penemuan varietas P36 ini sungguh fenomenal. Ada faktor keberuntungan dari tanaman yang telah melalui riset selama 4-5 tahun.

Petani, kata ia, memerlukan upaya preventif untuk mengatasi penyakit bulai yang meresahkan. "Nyaris tak ada benih yang mampu tahan serangan bulai di daerah ini saat acara Farmer's Field Day di Desa Nambuhan Grobogan Jateng yang diselenggarakan PT DuPont Indonesia," ujarnya.

"Saat saya coba tanam pakai varietas P36 Bekisar, terbukti tanaman jagung yang saya miliki terbebas dari serangan penyakit jamur bulai, padahal petak lahan disebelah saya 70 persen terserang bulai," ujar Ketua Kelompok Tani Sido Maju di Kecamatan Klambu Grobogan Jawa Tengah Edi.

Sumber: derivatif.id

94EFB90B-92C2-6171-C087-A9FBFF96D44F