Home >
 

Corteva Agriscience Luncurkan P36, Solusi Petani Jagung dengan 3 Kelebihan

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR--Corteva Agriscience selaku divisi pertanian dari DowDuPont terus berinovasi menciptakan benih jagung hibrida terbaru sebagai solusi petani untuk menuai hasil yang meningkat.

Benih jagung hibrida revolusioner terbaru ini diberi nama P36 Berkisar, memiliki tiga keunggulan antara lain tongkol lebih besar, cepat panen (90 hari) dan tahan serangan bulai.

Selain tiga keunggulan tersebut, P36 Berkisar ini juga dapat ditanam lebih rapat 65x15 cm sehingga menghasilkan panen banyak.

P36 Berkisar ini merupakan benih jagung komplit yang menjadi impian petani, baik di Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan dan Provinsi lainnya.

Hal tersebut diungkapkan Managing Director PT DuPont Indonesia, Benny Sugiharto didampingi Product Manager Corteva Yuana Leksana dan ASEAN Goverment Affairs Devi Kusumaningtyas saat menggelar jumpa pers di Hotel Gammara, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (6/11/2018).

1. Sosialisasi

Menurut Benny, saat ini pihaknya telah gencar melakukan sosialisasi, mengedukasi masyarakat Sulsel dan telah sukses dilakukan pengujian benih P36 Berkisar ini di Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Bulukumba.

"Sebagai provinsi yang cukup terkenal dengan petani jagung, kita ingin mereka tahu bahwa benih P36 Berkisar ini petani akan mendapatkan potensi hasil panen 13 MT/Ha. Benih ini dapat ditanam dengan populasi rapat hingga 100 ribu tanaman dalam satu hektar," katanya, Selasa (6/11/2018).

Benny menjelaskan, budidaya jagung di Indonesia khususnya Sulsel ini tengah berkembang pesat. Hal tersebut didukung kebijakan pemerintah yang menempatkan komoditas jagung menjadi strategis selain padi.

"Kami sebagai produsen benih jagung merek Pioneer varietas P36 berkisar ini tentunya memiliki peran untuk terus berinovasi mendukung program pemerintah secara nasional yang kita ketahui bersama telah mencanangkan Upaya Khusus Padi-Jagung-Kedele (Upsus Pajale) dalam waktu singkat namun hasil yang meningkat," ujarnya.

Lanjut Benny, rata-rata hasil panen benih P36 Berkisar ini 9,6 MT/Ha dengan potensi hingga 13 MT/Ha, lebih tinggi dari nasional 5,2 MT/Ha.

"Pada intinya petani dapat menambah populasi tanaman jagungnya dan berpotensi meningkat 15 persen. Asalkan perawatan, pemupukan seimbang dan pengairan yang semestinya," tambahnya.

Sementara Devi Kusumaningtyas, mengatakan Corteva tidak sekedar melaunching dan menjual benih jagung hibrida semata, melainkan turut aktif memberikan penyuluhan langsung kepada para petani.

"Tidak sekedar mengambil keuntungan dengan menjual produk lantas urusan kami dengan petani selesai yah. Melalui sahabat corteva kami memberikan penyuluhan, tips menanam dengan baik dan sebagainya, bahkan membantu menawarkan hasil panen ke provinsi lainnya jika misalnya kurang peminat dan sebagainya," katanya.

Di Area Sulsel sendiri telah disiapkan beberapa produsen salah satunya di area Kima, Makassar.

"Untuk harga Rp 80 ribu per kilo, dan hingga akhir tahun atau musim panen ini kami menyiapkan 400-500 ton," ujarnya.

Corteva Agriscience merupakan satu-satunya perusahaan yang sepenuhya berdedikasi pada pertanian, dengan menggabungkan kekuatan kolosal dari Pioneer, DuPont Crop Protection dan Daw AgroScices.

Di Indonesia Pioneer telah memproduksi dan memasarkan benih jagung dan padi hibrida sejak tahun 1988.

Pioneer telah melepas 35 variates benih jagung dan lima benih padi. Sementara variates yang masih diproduksi antara lain P21, Dahsyat P27, Lumigen 32 Singa, P33 Beruang, P35 Banteng dan P36 Berkisar.

Sumber : makassar tribunnews

B20BA8D5-6289-A10E-8675-5388F1AA3CAF