Home >
 

Corteva Siapkan 400 Ton Jagung Hibrida P36 Bekisar untuk Sulsel

MAKASSAR - Corteva Agriscience telah menciptakan dan meluncurkan benih jagung hibrida terbaru, yakni P36 Bekisar. Dengan tujuan untuk membantu menyukseskan program ketahanan pangan pemerintah.

Selain di pulau Jawa dan Nusa Tenggara, Corteva kini melebarkan sayapnya ke Sulsel. Menyasar petani di wilayah selatan Sulsel, seperti Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng hingga Bulukumba.

"Sulsel memiliki potensi besar. Kami sudah kantongi SK Menteri Pertanian. Kelebihan jagung P36 bekisar ini selain besar dan panjang, juga cepat panen dan tahan terhadap penyakit bulai, dan juga bisa ditanam rapat," kata Managing Director PT DuPont Indonesia, Benny Sugiharto saat menggelar konfrensi pers peluncuran jagung P36 Bekisar (Pioneer) di Makassar, Hotel Gammara, Selasa (06/11/2018).

Menurut dia, Corteva telah lama berkecimpung di Sulsel. Kali ini untuk membantu para petani, pihaknya pun menyiapkan kurang lebih 400 hingga 500 ton jagung P36 bekisar di musim tanam.

Dia mencatat, saat ini persentase penggunaan jagung hibrida di Sulsel mencapai 50 sampai 60 persen. Jika dibandingkan dengan jagung lokal lainnya, hasil produksi jagung P36 bekisar bisa melimpah dua kali lipat sekali panen. Apalagi para petani diberikan asuransi penyakit bulai.

Dimana, tanama jagung kerap diserang penyakit bulai yang disebabkan oleh jamur jenis peronosclerospora maydis. Ancaman jamur tersebut dapat melumpuhkan produksi jagung hingga 50-70%.
 
"Di Sulsel fokus kami untuk daerah penghasil jagung khususnya di selatan. Awalnya target kami 100 petani yang artinya 100 titik. Untuk di Utara Sulsel ke depan akan kami sasar, kami akan merambat," sambungnya.

Benny menjelaskan, peluncuran benih jagung hibrida ini menjawab harapan petani Indonesia menginginkan hasil panen melimpah. Para petani juga diberi edukasi dan sosialisasi terkait pengembangan usaha pertanian.

Apalagi budidaya jagung di Indonesia mengalami perkembangan pesat karena dukungan kebijakan Pemerintah yang menempatkan komoditas jagung menjadi komoditas strategis selain padi.

Dengan demikian, untuk mempercepat produksi nasional atas komoditas jagung di Indonesia, pemerintah diakuinya telah mencanangkan Upaya Khusus Padi, Jagung, dan Kedelai (UPSUS Pajale) sebagai program akseleratif agar Indonesia segera mencapai target swasembada jagung dan padi dalam waktu relatif singkat.

"Sebagai produsen benih jagung terkemuka dunia merek Pioneer, sambungnya, tentu kami sangat mendukung  upaya mensukseskan UPSUS PAJALE yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia," ujar Benny.

“Oleh karenanya, Corteva Agriscience™ Indonesia yang dikenal dengan budaya riset dan sains-nya berupaya mendapatkan benih jagung berkualitas yang benar-benar dibutuhkan petani. Jagung Hibrida P36 Bekisar ini merupakan hasil riset terkini dimana petani mendapatkan hasil lebih tinggi juga sanggup menangkal serangan bulai yang meresahkan itu,” tandasnya.

Sementara itu, Portfolio Manager, Seed Corteva Agr, Yuana K Leksana menjelaskan, jika jagung P36 Bekisar memiliki potensi hasil hingga 13 MT/Ha karena dapat ditanam pada populasi rapat sampai dengan 100.000 tanaman per hektar.
 
"Dengan luasan lahan yang sama, petani dapat menambah populasi tanaman sehingga meningkatkan potensi hasil sampai dengan 15%," terang dia.

Lanjutnya, secara morfologi, jagung P36 bekisar tumbuh seragam yang memiliki keunggulan, seperti batang dan daun nampak segar, tongkolnya besar dan panjang, warna biji merah cerah. Dan dapat dipanen pada umur 90 hari.

"Peluncuran produk baru ini merupakan bukti bahwa Corteva Agriscience selalu berinovasi untuk menciptakan varietas benih jagung berkualitas yang dibutuhkan petani. Sejak 30 tahun, kami sudah menciptakan 37 variates benih jagung," kunci Yuana.

Diketahui, benih jagung P36 Bekisar merupakan benih jagung hibrida pertama yang diluncurkan oleh Corteva Agriscience sebuah perusahaan yang dibentuk pasca bergabungnya dua perusahaan Dow dan DuPont.

Sumber : makassar sindonews

2F6ACCC9-C4C7-6FCF-B61B-29A281E240BE