Home >
 

Varietas Benih Jagung Hibrida Tahan Bulai Diluncurkan

Jakarta - Produsen benih jagung hibrida asal Amerika PT DuPont Indonesia melepas benih jagung hibrida komersial tahan penyakit bulai ke masyarakat yang diberi nama P36 Bekisar.

Peluncuran varietas jagung hibrida terbaru dari DuPont ini dilakukan di Kota Surabaya, Jawa Timur. Peluncuran dilakukan di Surabaya mengingat banyak kasus serangan penyakit bulai yang terjadi di Jawa Timur sebagai basis produksi jagung terbesar nasional dengan pasokan 6,18 juta ton jagung.

Menurut Yuana Leksana Marketing Manager PT DuPont Indonesia, di sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti di Jombang, Kediri, Malang dan Jember sering dilaporkan tanaman petani terjangkit serangan jamur Peronosclerospora maydis.

“Ancaman jamur yang dikenal dengan sebutan Penyakit Bulai ini termasuk penyakit momok yang menakutkan karena dapat menghilangkan produksi panen jagung petani 50-70%,” kata Yuana melalui keterangan, Senin (21/5).

Varietas P36 Bekisar ini diciptakan tidak hanya secara genetis tanaman mampu menahan serangan cendawan Peronosclesrospora maydis tetapi juga bisa menghasilkan produksi bulir jagung yang tinggi.

“Penemuan varietas P36 ini sungguh fenomenal. Kami merasa ada faktor luck (keberuntungan) sehingga tanaman yang kami riset selama 4-5 tahun itu tidak hanya toleran terhadap serangan bulai tetapi dapat dipanen umur pendek 90 hari dan masih mampu menghasilkan panen yang melimpah,” ujar A. Roviek Kurniawan R&D Manager PT DuPont Indonesia.

Segmentasi varietas benih jagung hibrida P 36 ditujukan untuk pasar free market high dan middle. Seperti diketahui saat ini petani juga mendapatkan benih jagung hibrida dari subsidi benih yang diberikan gratis oleh pemerintah.

PT DuPont Indonesia, sebagai perusahaan berbasis riset terkemuka dunia, tentu saja merespon masalah yang terjadi di lapangan untuk dibuatkan solusinya di perusahaan.

“Dan peluncuran varietas P36 Bekisar ini adalah bukti atas janji kami kepada petani bahwa suatu saat DuPont akan ciptakan varietas jagung hibrida yang tahan terhadap bulai tetapi masih mampu menghasilkan performa produksi yang tinggi,” jelas Benny Sugiharto Country Manager PT DuPont Indonesia.

Saat ini, petani juga mendapatkan benih jagung hibrida dari subsidi benih yang diberikan gratis oleh pemerintah. PT DuPont Indonesia, sebagai perusahaan berbasis riset ikut merespon masalah yang terjadi di lapangan untuk dibuatkan solusinya di perusahaan.

Terdapat, tiga keunggulan dari P36 Bekisar ini, yakni pertama potensi hasil 9,6 ton hingga 13 ton per hektar. Kedua tanaman lebih tahan terhadap serangan cendawan bulai dan ketiga mampu ditanam rapat hingga 100 ribu tanaman per hektare.

Sumber: BeritaSatu.com

68F8B5A9-9D6F-7A35-B156-E5DC9D98BD33