Home >
 

Jokowi Senang Indonesia tak Impor Jagung

 

Indonesia sudah berdaulat untuk komoditas jagung. Kebiasaan mengimpor jagung untuk memenuhi kebutuhan secara nasional sudah bisa dihapus dengan memenuhi kebutuhan jagung secara mandiri.

Hal itu diungkapkan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan di Desa Kota Tengah Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Senin, 18 December 2017. Tahun ini Indonesia tidak mengimpor jagung sama sekali.

"Dulu impor jagung 3,6 juta ton per tahun. Sekarang tidak ada," ujar Jokowi.

Jokowi menegaskan impor jagung sebanyak 3,6 juta ton itu merupakan jumlah yang tidak sedikit. Sedangkan Indonesia mempunyai lahan yang luas untuk ditanam jagung.

"(Ada) berapa ribu kontainer itu (kapal pembawa jagung masuk ke Indonesia)," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Namun berkat keras pemerintah kini Indonesia tidak bergantung impor lagi namun kini mengekspor jagung. "Sekarang stop impor, kita ekspor," tegasnya.

Kerja keras pemerintah ditunjukkan dengan meningkatkan produksi dan melindungi harga jagung di tingkat petani. Menurutnya harga di tingkat petani juga penting untuk diperhatikan agar petani semangat bertanam.

"Tiga tahun lalu saya ke NTB dan petani marah kepada saya karena harga jagung Rp1.400 per kg. Kalau harga rendah petani kan tidak mau bertani lagi. Ketika itu impor masih 3,6 juta ton," cerita Jokowi.

"Saat itu kami keluarkan Perpres harga jagung Rp2.700 per kg dan sekarang harga jagung sudah Rp3.150 dan Indonesia tidak impor jagung. Pemerintah buat petani senang dan sejahtera," pungkasnya.

Source ekonomi.metrotvnews.com

6FF0F146-BB09-98EE-3A63-035E3D68E853